
Kue Bika Ambon Menggunakan Tuak Dalam Resepnya, Benarkah?
Kue Bika Ambon, Siapa Sih Yang Tak Kenal Dengan Oleh Oleh Khas Medan Ini? Namun Banyak Yang Tidak Mengetahui Asal Usulnya. Nama “ambon” dalam bika ambon sebenarnya tidak mencerminkan bahwa ia berasal dari Ambon, tetapi memiliki kaitan dengan sejarah lokal Medan. Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul nama dan penamaan kue ini. Namun yang pasti, bika ambon merupakan bagian dari warisan kuliner yang khas dari Medan, Sumatera Utara. Istilah ini pada mulanya berarti kue yang terbuat dari tepung beras. Selain itu, ada juga versi cerita yang menyebutkan bahwa kue ini berasal dari lokasi pertama dimana kue ini di jual. Tepatnya di simpang jalan Ambon, Sei Kera, Medan. Namun, versi cerita ini belum sepenuhnya benar karena belum ada kejelasan bagaimana asal usul bika ambon. Bagi yang tau, boleh cerita di kolom komentar ya!
Penggunaan Tuak Dalam Resep Bika Ambon
Bika Ambon, dengan teksturnya yang berongga dan rasa manisnya, memang memiliki sejarah penggunaan tuak atau air nira dalam resep tradisionalnya. Penggunaan tuak atau air nira sebagai bahan dalam pembuatan Bika Ambon bertujuan untuk membantu proses fermentasi yang memberikan tekstur unik pada kue ini. Fermentasi tersebut menghasilkan rongga-rongga kecil yang menjadi ciri khas Kue Bika Ambon. Namun, seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pasar, resep Bika Ambon mengalami beberapa modifikasi. Penggunaan Tuak Dalam Resep Bika Ambon kini lebih sering di gantikan dengan bahan-bahan yang lebih baik, seperti ragi instan. Ragi instan mampu memberikan hasil fermentasi yang lebih konsisten. Sehingga memudahkan proses pembuatan dan memastikan kue yang di hasilkan memiliki tekstur dan rasa yang di harapkan.
Meskipun demikian, beberapa pembuat kue tradisional masih mempertahankan penggunaan tuak atau air nira untuk mempertahankan cita rasa otentik dan keaslian Bika Ambon. Penggunaan tuak atau air nira memberikan aroma dan rasa yang khas, yang tidak dapat sepenuhnya di gantikan oleh ragi instan. Oleh karena itu, bagi penikmat Bika Ambon yang ingin merasakan sensasi asli kue ini. Maka, mencari pembuat kue yang masih menggunakan resep tradisional bisa menjadi pilihan yang menarik. Selain itu, penggunaan tuak atau air nira dalam pembuatan Bika Ambon juga memiliki nilai budaya dan sejarah tersendiri. Tuak, yang berasal dari fermentasi nira kelapa atau nira aren, bukan hanya digunakan dalam pembuatan kue. Tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat dan tradisi masyarakat setempat.
Oleh Yang Sangat Terkenal Dari Medan
Medan, sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara, di kenal sebagai kota dengan beragam kuliner dan oleh-oleh khas yang memikat hati para wisatawan. Salah satu oleh- Oleh Yang Sangat Terkenal Dari Medan adalah Bika Ambon. Meski namanya mengandung kata “Ambon”, kue ini justru berasal dari Medan. Kue Bika Ambon memiliki tekstur yang unik, berpori-pori dan kenyal dengan rasa manis yang khas. Aromanya yang harum berasal dari penggunaan daun pandan dan serai dalam proses pembuatannya, membuat siapa pun yang mencicipinya ingin kembali menikmati kue ini.
Selain Bika Ambon, Bolu Meranti juga menjadi salah satu oleh-oleh yang wajib di bawa pulang saat berkunjung ke Medan. Bolu gulung yang lembut ini hadir dengan berbagai pilihan rasa seperti keju, cokelat dan nanas. Keistimewaannya terletak pada teksturnya yang sangat lembut dan isian yang melimpah, membuatnya menjadi favorit di kalangan wisatawan dan warga lokal.
Resep Untuk Membuat Kue Bika Ambon
Berikut adalah Resep Untuk Membuat Kue Bika Ambon:
Bahan-bahan :
200 ml santan kental
4 lembar daun jeruk, sobek-sobek
2 batang serai, memarkan
1 lembar daun pandan
50 gram tepung terigu
2 sdm ragi instan